Powered By Blogger

Wednesday, April 6, 2011

pesanan untuk lelaki dan wanita


Hadis Nabi S.A.W;
Mana-mana perempuan yang memakai bau-bauan,kemudian dia keluar lantas melintasi sesuatu kaum(lelaki ajnabi) agar mereka tercium bau harumnya,maka dia adalah perempuan zina dan tian-tiap mata (yang memandangnya) itu berzina(riwayat Ahmad,Thabrani dan Tarmidzi)

Saturday, April 2, 2011

pengakuan ikhlas..saya adalah beruang



hakim;awak siapa?
tenggiling:saya beruang.
hakim:ya betul awak beruang.

KAFIR DRINK?



click on the picture to view...

Monday, January 24, 2011

IBU KEPADA ILMU


suami dan isteri..story
mereka merupakan pasangan muda yg baru melangsungkan perkahwinan dan telah melalui saat indah 'malam pertama'

pada keesokan harinya si suami berkata:

suami;wahai isteriku aku merasakan diriku jahil dalam agama,oleh itu aku mengambil keputusan utk menuntut ilmu..bagaimanakah pendapatmu?

isteri;wahai suami yg ku sayangi..aku menuruti sahaja apa yg kau putuskan,sekiranya itu boleh mengembirakan engkau, maka pergilah..aku disini akan setia menunggu mu.

selesai perbualan itu ,tanpa berlengah lagi, pergilah si suami ini berjalan mengembara untuk mencari ilmu..setelah lapan tahun lamanya menuntut ilmu,perasaan rindu terhadap isteri yg ditiggalkan mula dirasai,wajah bersihnya terbayang-bayang di mata tak dapat nak di tepis lagi.

lalu si suami merasakan sudah tiba masanya untuk dia pulang menemui isteri tercinta..
si suami mengumpul semua kitab-kitab yg dipelajarinya lalu diletakkan di dalam guni utk dipikulnya pulang ke rumah.
setelah separuh perjalanan utk sampai ke rumah,si suami ini bertemu dengan seorang tua,orang tua ini bertanya kepadanya;

orang tua;siapa kamu dan dari mana untuk ke mana?

suami:aku suami dalam perjalanan pulang dari menuntut ilmu untuk menemui isteriku.

orang tua;aku ingin beranyakan satu soalan,sekiranya engkau dpt menjawab maka pergilah engkau menemui isteri mu.

suami;insya'allah..aku akan cuba menjawabnya..sekiranya tidak dapat,aku tangguhkan dulu pada masa akan datang sehingga kita bertemu lagi,kalau boleh tau apakah soalannye?

orang tua;apakah ibu kepada ilmu?

si suami termenung,berfikir sejenak masih juga tidak mendapat jawapan,lalu dibuka semua kitab-kitab yang dipikul,namun masih juga tidak ketemu...dia berkata kepada orang tua,selama saya belajar,tidak pernah ada mengenai perkara ini,semua kitab-kitab yang saya pikul juga tidak menceritakan bab ini..sehingga aku merasakan diriku masih lagi jahil,lalu dia berpatah balik berjalan untuk menambah ilmu,sehigga lupa akan niatnya untuk menemui isterinya.

setelah hampir lima tahun menuntut ilmu,dia sekali lagi ingin pulang menemui isterinya,dalam perjalan dia bertemu dengan orang tua,lalu berkata;

orang tua;sudahkah kamu mempunyai jawapan kepada soalan ku dahulu.

suami;apa soalannya

orang tua;apakah ibu kepada ilmu.

si suami termenung lagi,mencari-cari jawapannya masih juga tidak mendapat jawapan,lalu dibuka semua kitab-kitab yang dipikul hampir dua guni itu,namun masih juga tidak ketemu...dia berkata kepada orang tua,selama saya belajar,tidak pernah ada mengenai perkara ini,semua kitab-kitab yang saya pikul juga tidak menceritakan bab ini..sehingga aku merasakan diriku masih lagi jahil.

orang tua;tak apalah sekiranya kamu tidak tau jawapannya,hulurkan tanganmu
orang tua itu menulis sesuatu di atas tapak tangan suami lalu menyuruhnya menggenggam dan berpesan..jangan kamu lihat apa yang ku tulis sehigga bertemu isterimu.

lalu berjalanlah si suami untuk menemui isteri yang dicintai....
setelah sampai menghampiri rumahnya,dia terdengar suara isterinya yang sedang bergurau senda degan seorang lelaki..

hatinya mula merasa panas,menyangka isterinya berlaku curang terhadapnya,lalu dia terus masuk dengan niat untuk memukul isterinya..
sedang dia mengangkat tangan untuk melepaskan kemarahannya..dia teringat akan pesanan orang tua..lalu membuka genggamannya...dengan serta merta kemarahannya mula reda..

si isteri yang sedar akan kepulangan suaminya,lalu datang menyambutnya dengan senyuman....lalu memperkenalkan lelaki yang berada ditepinya...inilah anak kita,hasil perkongsian malam pertama dulu..
dia lalu beristighfar..





MEMANG BENARLAH JAWAPAN ORANG TUA ITU BAHAWA IBU KEPADA ILMU ADALAH "SABAR"

LELAKI WANITA

WANITA: Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
LELAKI: Kamu!!!
WANITA: Menurut kamu, saya ini siapa?
LELAKI: (Berfikir sejenak, lalu menatap WANITA dengan pasti) Kamu, tulang rusukku.

Kerana Allah melihat bahawa Adam kesepian. Saat Adam sedang lena tidur, Allah mengambil rusuk Adam dan menciptakan Hawa. Semua LELAKI mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hatinya...

Thursday, January 20, 2011

fenomena masyarakat


Yang lelaki
Apabila orang tua nak mati lambat
tak dapat minum madu telan je jelly gamat
budak muda pakai seluar ketat-ketat, semua nak tunjuk kuat
ada pulak yang gila judi,bila berjudi percaya pulak unsur khurafat

tapi bila kalah judi akhirnya hidup dia pulak yang melarat
bila kalah judi tali kasut pon tak berikat
rambut pon jarang bersikat

Yang perempuan
pakai mini sekerat
suka pakai baju ketat
suka pulak menunjukkan pusat
hinggakan tak peduli lagi batasan aurat

pakai pulak yang sendat-sendat
kadang-kadang sampai nampak yang tersirat
kalau dah macam ni siapa lihat pasti tercegat
bila dah tercegat silap gaya jadi gawat

bila dah jadi gawat bohsia bohjan lagi dasyat
duduk jauh berkirim surat
bila berjumpa tangan berjabat
kemudian pakat lawan peluk erat-erat

masa tu nafas naik tersekat-sekat
usah dipeduli lg agama dan adat
usah ditakuti Allah dan Malaikat
yang penting apa kita nak buat kita buat!

akhirnya bila dah buat perut kempis jadi bulat
maka tuggulah lahirnya anak-anak yang tak cukup sifat
bila melihat anak-anak yang tak cukup sifat
malunya dia tak dapat disekat maka dibuang di merata tempat
pada waktu itu iblis mula melompat-lompat
'dia kata habis manusia dah masuk jerat,habis manusia dah tersesat'

Inilah dia fenomena masyarakat
oleh itu marilah saudara saudari dan sahabat kita ingat mengingat
bahawa dunia hari ini semakin singkat
esok atau lusa kita mungkin menghadapi hari kiamat
bila sampai masa kita semua akan berangkat

berangkat menuju ke negara akhirat
di sana kita akan ditanya apa yang kita buat
masa itu sendiri mau ingat
umur mu banyak mana, untuk kau buat ibadat
zaman muda mu apa yang telah kau buat
harta benda mu dari mana kau dapat
ilmu mu adakah ia bermanafaat
semoga ianya dapat mengingatkan kita meninggalkan maksiat dan meningkatkan amal ibadat

pantun:ustaz akil hay

Wednesday, January 12, 2011

I Never Left You


I Never Left You...


You never complained when you knew we would have nothing. You were contempt on having what little you needed.

Where others would have left or moaned you never once let out a sigh. You understood what was written was what we would eat.

I never once complained about what was put in front of me as I knew it was your hands that brought it to me.

When I had nothing I had you. We smiled as we saw the destruction around us knowing that these people were not true.

You never felt sympathy towards the enemy. You put your trust in your Rubb and in turn you followed me. Never did I have to wonder about you as my secrets my honour and my Deen were safe with you.

When the enemy barked you never flinched. You were strong and in turn made me strong.

We both know what hardships you faced just being with me but not a word did you speak.

Like a vanguard for this Ummah you concealed yourself. Where others would rush to please their desires you were the essences of Taqwa.
Life was easy with you and it came so naturally. You were the extension of me and I would never need to finish my words as who knew me better then you....

It's the little things that make the person and you would have easily have kept me going for a lifetime.

I loved your jealousy. I loved to tease you with the thought of others just so I could know how dear I was to you. The way you would look at me with fire in your eyes showed me that I was the only one for you. You stole my heart and hide it away. You know your place it's by my side. What chance did shaytan have when you would ensure that fajr was the easiest of the salahs. I loved that you would forsake me in an instant to fast a voluntary fast. I loved that the Haq was dearer to you then my life and those of our jewels

Watching you makes me laugh as I wonder if my heart will ever want another as I watch you feed my child, as you lift her out of the bath, as you wipe her little nose and the face she pulls. You will never find a diamond in the hands of the poor in the same way our diamond deserves to be carried in your hands. We could have it all my love but who sells Paradise for an hour of passing pleasure? Not us.

I chose you Umm Muthana as I know our fruits are safe with you. Never will I have to worry about if they pray or offer supplication. Never would I have to worry about where the loyalties of my babies are. They will love what we love they will love Allah Most Glorified Most High, they will Love the Prophets and the best of Companions, They will love those who they have never met but will long to meet. They will love those better then us. They will live to honour one statement. Others will fall under the weight of La illiha illiha but not them. Their hearts will beat it, their words testify to it and their hands carry it.

Dont think I left you. Dont think that in this world anything is dearer to me then the minute that I walk home knowing what waits for me behind closed doors. I went to find a better place for us. I went to fulfil the best of deals. I saw it written that if you give your life then eternity will be ours. I saw it written somewhere that this was all a test and I have no doubt that one who promises us and whose word is truth must love me very much as he gave me you and you were the hardest thing to give up. They say the mind cannot comprehend what awaits us. They say that sadness will forgotten, they say that the eye has yet to see and the ear has yet to hear the beauties that await us in our new home. They say rivers of honey my love they say rivers of milk they say rivers of wine. They say pearls and Gold thrones , they say musk and cool breezes. Is it not fitting that I go to see this land afar to take you and our children? I fear that the gates of opportunity will close behind me my love. I fear others will hear what I hear and rush there and I will have nothing to offer you.

I know you will send our sons to look for their father. Tell them that they will find me in every battle, in every fight where the black flag is flown.
Tell them that the pain will be a pinch and then they will see what I see. Tell them Green Birds wish to meet them. Tell the Angels will call them by the best of names and most of all that Allah The One The Eternal will be pleased with them.

I told you once that only 2 things will have me. You and death. My life was with you but now I must marry again. I must marry what was promised to me the moment I was born. I must marry my fate and in turn I must marry death. After death will come reckoning and if I stand with the best of creation I will with the permission of Allah Lord of the Heavens and the Earth I will beg for you. None was worthy to stand next to me in this life so why is it I should desire another in the next?

Sunday, January 2, 2011

One Apple Leads To His Marriage. A Beautiful Story!


One Apple Leads To His Marriage. A Beautiful Story!

One of our pious predecessors, Thabit Bin Nu’man, was hungry and tired as he was passing through a garden that bordered a river. He was so hungry that he could hear his stomach growling, and so his eyes became fixed on the fruits he saw on the various trees of the garden. In a fit of desperation, he forgot himself and extended his hand to an apple that was within reach. He ate half of it and then drank water from the river. But then he became overcome with guilt, despite the fact that he had only eaten because of dire need.

He said to himself, “Woe unto me! How can I eat someone else’s fruits without his permission? I make it binding upon myself not to leave this place until I find the owner of this garden and ask him to forgive me for having eaten one of his apples.“

After a brief search, he found the owner’s house. He knocked on the door and the owner of the garden came out and asked him what he wanted.

Thabit Bin Nu’man said, “I entered your garden that borders the river, and I took this apple and ate half of it. Then I remembered it does not belong to me, and so I ask you now to excuse me for having eaten it and to forgive me for my mistake.“

The man said, “On one condition only I will forgive you for your mistake.“

Thabit Bin Nu’man asked, “And what is that condition?“

He said, “That you marry my daughter.“

Thabit Bin Nu’man said, “I will marry her.“

The man said, “But heed you this; indeed my daughter is blind, she does not see; mute, she does not speak;deaf, she does not hear.“

Thabit Bin Nu’man began to ponder over his situation; a difficult predicament indeed did he find himself in now; what should he do? Not get out of it, thought Thabit, for he realised that to be tested by such a woman, to take care of her, and to serve her, are all better than to eat from the foul matter of the Hellfire as a reward for the apple that he ate. And after all, the days of this world are limited.

And so he accepted the condition to mary the girl, seeking his reward from Allaah, Lord of all that exists. He was nonetheless somewhat anxious in the days prior to the marriage.

He thought, “How can I have sexual relations with a woman who neither speaks nor sees nor hears?“

So miserable did he become that he almost wished for the earth to swallow him up before the appointed date.

Yet despite such apprehensions, he placed his complete trust upon Allaah and he said, “There is neither might nor power except with Allaah. Indeed to Allaah do we belong and indeed to Him shall we al return.“

On the day of the marriage he saw her for the first time. She stood up before him and said, “Peace, mercy and blessings of Allaah be upon you.“

When he saw her grace and beauty, he was reminded of what he would see when he would imagine the fair maidens of paradise (i.e., the gorgeous hoor al-ayn). After a brief pause he said, “What is this? She indeed speaks, hears and sees.” He then told her what her father said earlier.

She said, “My father has spoken the truth. He said I was mute because I do not speak any forbidden word, and I have never spoken to any man who is not lawful to me (i.e., she has never spoken to any ghair mahrams)! And I am indeed deaf in the sense that I have never sat in a gathering in which there is backbiting, slander, or false and vain speech! And I am indeed blind, in the sense that I have never looked upon a man who is not permissible for me!“

[End]

Noble reader, reflect on and learn a lesson from this story!

My brothers in Islaam, see how much he feared Allaah, and how much he had his trust in Allaah, and where this got him!

My sisters in Islaam, see how this woman kept herself chaste, pious, in her hijaab, so much so, she was considered mute (not speaking to any man), deaf (avoiding places of backbiting) and blind (not seeing any man). Allaahu Akbar, isn’t it these qualities that pious men love to see in their wives? Nay; aren’t these qualities all men (Muslim and non-Muslims) wish to see in their wives? Isn’t it these qualities that give men the crave and yearn to meet their hoor al-ayn in jannah?

The fruit of this marriage was the birth of a child who grew up to be known as Imaam Abu Haneefah.

Thursday, December 30, 2010

FUNNY STORY:DON'T BE JUDGMENTAL , DON'T JUDGE TOO QUICKLY‏

DON'T BE JUDGMENTAL , DON'T JUDGE TOO QUICKLY‏

A young lady was waiting for her flight in the boarding room of a big airport. As she would need to wait many hours, she decided to buy a book to spend her time. She also bought a packet of cookies.

She sat down in an armchair, in the VIP room of the airport, to rest and read in peace. Beside the armchair where the packet of cookies lay, a man sat down in the next seat, opened his magazine and started reading.

When she took out the first cookie, the man took one also. She felt irritated but said nothing. She just thought: "What a nerve! If I was in the mood I would punch him for daring!"

For each cookie she took, the man took one too. This was infuriating her but she didn't want to cause a scene. When only one cookie remained, she thought: "ah... What this abusive man do now?" Then, the man, taking the last cookie, divided it into half, giving her one half.

Ah! That was too much! She was much too angry now! In a huff, she took her book, her things and stormed to the boarding place. When she sat down in her seat, inside the plane, she looked into her purse to take her eyeglasses, and to her surprise, her packet of cookies was there, untouched, unopened!

She felt so ashamed! She realized that she was wrong... She had forgotten that her cookies were kept in her purse. The man had divided his cookies with her, without feeling angered or bitter.

"While she had been very angry, thinking that she was dividing her cookies with him. And now there was no chance to explain herself, nor to apologize."

There are 4 things that you cannot recover:

The stone... after the throw!

The word... palaver...after it's said!

The occasion...after the loss!

The time...after it's gone!

Moral Lesson: don't be judgmental, don't judge to quickly. We should constantly discipline ourselves and most importantly be aware of our actions because the angels are writing down whether good or bad.

Wednesday, December 29, 2010

There is Power In Prayer



There is Power In Prayer

Have you ever thought about praying, or are you too proud?
You know you need help, for crying out loud.
You go to your friends, and cry out to them.
When they can’t help you you’re out on a limb.
Why do you do this? What’s the reason?
You want Allah to charge you with Treason.
That’s what your doing betraying a trust.
Allah says ask Him, His decisions are just.
There is power in prayer,
Believe it or Not.
Tell your stories to Allah no matter how hot.
You’ll get an answer.
He is the All Hearing.
Nothing is too hard or forbearing.
He is always on time.
He makes the plan.
The power of prayer, is for every man.
Don’t be too weak,
The Creator is Greater.
If you don’t see an answer now, It’ll come later.
Be patient, hold fast to your belief,
Allah Through your prayer will remove your grief.
We can pray for others whom we love and care.
Also tell them,
That there is power in Prayer.
2006 Nasheeds by Jamillah

Saturday, December 25, 2010

Loves young dream

A girl and a boy
holding hands
in the park
loves young dream
but all is not how it seems

The guys got a beard
The girls wearing a hijab
They look Islamic
But the realities tragic

Boyfriend and girlfriend
Hand in hand
Romeo and Juliet
The Muslim kind

Parents don’t know
And cant imagine
Their child up to no good
Breaking all the taboos

Beard and hijab just for show
Away from the family
Almost anything goes
When in Rome do as the Romans
Seems to be the motto


Appearances can be misleading and deceiving
Never judge a book by its cover
But it’s a good way for fooling the rents
Leave home with books every morning
Then engage in flirting and other things
Instead of studying
Who needs that baggage

Dating leading to marriage
That’s the game plan
Its better then parents arranging
Cousins back home disappointed
Never mind
They can visit
And do a runner

Boys wanting a quick fumble and lay
I love you and presents
Seem to be the quickest way
But the girl wants commitment and something stable
So make promises of marriage one day
To get your way

When things turn sour
The girl gets a bad rep
Slag and whore
While the guy gets rated
And adds another notch
The girls life botched
And destroyed
But that’s just the way it goes
In the liberated west

Few relationships last long
And most don’t even last a term
Some lead to all sorts of harm
STIs and abortions
But no one cares and follows blindly
This trend of dating which leads to infamy

So what to follow and who to obey?
Hmm, that’s the big question
Maybe our creator and his commands.
Instead of whims and desires
Which lead to haram

ORIGINALLY POSTED BY MUZLIM-TURNTOISLAM

Saturday, December 18, 2010

JAWAPAN KEPADA SEMUA SOALAN

SUBHANALLAH,
AKU TERFIKIR SATU PERKARA YG MANA TAK PERNAH AKU FIKIR SEBELUM NI,YANG MANA SOALAN SAMA ADA NAK KE SYURGA ATAU NERAKA?

BILA AKU NAK AMBIK EXAM,TERPAKSA STUDY SIANG MALAM SEBAB TAK TAU APA SOALAN YG NAK KELUAR,PAKSA DIRI TONGKAT MATA SAMPAI PAGI,EXAM BULAN JUN TAPI KENA PREPARE 2 BULAN LEBIH AWAL KALAU TAK NAK FAIL,HAMPIR 3 BULAN MENJALANI RUTIN YG SAMA SETIAP HARI,TV TAK BOLEH TENGOK SEBAB TAKUT HILANG FOCUS.MERANA HIDUP AKU 3 BULAN SEBAB NAK PASS.

TAPI JAWAPAN NAK KE SYURGA DAN NERAKA NI SEMUA ORANG BOLEH DAPAT MELALUI
'AL-QURAN',TAK PERNAH ADA EXAM YG AKU AMBIK,AKU TAU SEMUA JAWAPAN DIA.TAPI ALLAH DAH BAGI KITA JAWAPAN KAT DUNIA NI LAGI,AL-QURAN YG LENGKAP MENGANDUNGI SEMUA JAWAPN UTK KE SYURGA ATAU NERAKA,ANTARANYA MENGENAI CARA NAK HIDUP ATAS DUNIA NI.BANYAK LG BENDA YG KITA TAK TAU TAPI ALLAH DAH BAGI TAU.

NI ANTARA JAWAPAN YG ALLAH BAGI;(MAKSUD SURAH MUHAMMAD AYAT 12)

'Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.'

Friday, June 4, 2010

AKU TIGGLAKAN CINTA KERANA ALLAH


AKU COPY PASTE JE..

Wahai teman-teman sekalian,

Kisah ini datang dari lubuk hati saya sendiri, apa yang saya rasa
dan apa yang saya alami sendiri. Saya tidak bermaksud untuk mengeluh
apatah lagi mengingkari apa yang telah Allah s.w.t tetapkan kepada
saya dan kita semua orang yang beriman dengan-Nya. Kisah ini saya
khabarkan agar apa yang saya lalui tidak berlalu begitu saja tanpa
saya kongsi dan tanpa saya rekodkan sebagai panduan bagi diri saya
sendiri untuk hari-hari kemudian.

Saya sama seperti orang lain, punya keinginan untuk menyayangi dan
disayangi. Walau bagaimanapun, tidak mudah bagi saya untuk jatuh
hati pada seorang wanita. Saya tidak mencari seorang wanita untuk
dijadikan kekasih, tetapi saya mencari seorang teman pendamping
hidup saya hingga ke akhir hayat saya. Seorang yang boleh
mengingatkan saya kiranya saya terlupa, dan yang paling penting
wanita yang amat saya percayai untuk mendidik anak-anak saya kelak
dan generasi yang akan lahir daripada keluarga kami nanti. Untuk
itu, sejak di bangku sekolah lagi saya telah letakkan beberapa
syarat bagi seorang wanita untuk hadir dalam hidup saya, dan dialah
orangnya.

Dalam masa beberapa bulan saya belajar di sebuah pusat pengajian
tinggi di Petaling Jaya, banyak perkara yang telah saya pelajari.
Yang paling penting buat saya ialah, bagaimana saya mula mengenali
wanita-wanita dalam hidup saya kerana saya sejak dari sekolah rendah
belum pernah bergaul secara langsung dengan seorang wanita pun dan
saya amat peka terhadap larangan pergaulan antara lelaki dan wanita
kerana saya bersekolah di sebuah sekolah menengah agama lelaki
berasrama penuh. Lantaran itu, saya tidak pernah punya hati untuk
memberi cinta atau menerima cinta walaupun peluang itu hadir
beberapa kali.

Saya mula mengenali si dia apabila kami sama-sama terpilih untuk
mengendalikan sebuah organisasi penting di tempat kami belajar.
Ditakdirkan Allah s.w.t, dia menjadi pembantu saya. Dari situlah
perkenalan kami bermula.

Dia seperti yang telah saya ceritakan, bertudung labuh dan sentiasa
mengambil berat tentang auratnya terutama stokin kaki dan tangannya.
Itulah perkara pertama yang membuatkan saya tertarik padanya. Dia
amat berhati-hati dalam mengatur butir bicaranya, bersopan-santun
dalam mengatur langkahnya, wajah yang sentiasa berseri dengan iman
dan senyuman, dan tidak pernah ke mana-mana tanpa berteman. Suaranya
amat sukar kedengaran dalam mesyuarat kerana dia hanya bersuara
ketika suaranya diperlukan dan tidak sebelum itu. Saya melihat dia
sebagai seorang mukminah solehah yang amat menjaga peribadinya dan
maruah dirinya. Saya tidak pernah bercakap-cakap dengannya kecuali
dia punya teman di sisi dan atas urusan rasmi tanpa dipanjangkan-
panjangkan. Saya seorang yang amat kuat bersembang dan sentiasa
punya modal untuk berbual-bual seperti kata teman saya, tetapi
dengan dia saya menjadi amat pemalu dan amat menjaga. Bagi saya,
itulah wajah sebenar seorang wanita solehah. Dia mampu mengingatkan
orang lain dengan hanya menjadi dirinya, tanpa perlu berkata-kata
walau sepatah.

Pada hari terakhir saya di sana, saya punya tugas terakhir yang
perlu saya selesaikan sebelum saya melepaskan posisi saya dan semua
itu melibatkan dia. Sebaik sahaja semua kerja yang terbengkalai itu
siap, saya mengambil peluang untuk berbual-bual dengan dia. Saya
bertanya perihal keluarga dan apa yang dia rasa bertugas di samping
saya untuk waktu yang amat sekejap itu. Alhamdulillah dia memberikan
respon yang baik dan dari situlah saya mula mengenali dengan lebih
dalam siapa sebenarnya pembantu saya ini. Namun, apa yang memang
boleh saya nampak dengan jelas, dia amat pemalu dan dia amat kekok
semasa bercakap dengan saya. Selepas itu barulah saya tahu, sayalah
lelaki pertama yang pernah berbual-bual dengan dia bukan atas urusan
rasmi sebegitu. Di situlah saya mula menyimpan perasaan, tapi tidak
pernah saya zahirkan sehinggalah saya berada jauh beribu batu
daripadanya.

Semasa saya berada di Jordan, saya menghubunginya kembali dan
menyatakan hasrat saya secara halus agar dia tidak terkejut.
Alhamdulillah, dia menerima dengan baik dan hubungan kami berjalan
lancar selama empat bulan sebelum saya balik bercuti ke Malaysia.
Kadang-kadang saya terlalai dalam menjaga hubungan kami dan dialah
yang mengingatkan. Dialah yang meminta agar kami mengehadkan mesej-
mesej kami agar tidak terlalu kerap. Semua itu menguatkan hubungan
kami dan bagi saya dialah teman hidup yang sempurna buat saya.

Walau bagaimanapun, sewaktu saya pulang ke Malaysia bulan lepas,
ummi dapat menghidu perhubungan kami. Saya tahu ummi tidak berapa
suka anak-anaknya bercinta tetapi saya tidak pernah menjangka ummi
akan menghalangnya. Tetapi perhitungan saya silap, amat silap.

Buat pertama kali, adik perempuan saya memberitahu ummi sudah tahu
perihal saya dan ummi tidak suka. Saya tidak pernah menganggapnya
sesuatu yang serius sehinggalah ummi bercakap secara peribadi dengan
saya pada satu hari. Saya masih ingat lagi kata-kata ummi yang buat
saya tak mampu membalas walau sepatah.

"I haven't found any entry in Islam that permit what you are doing
right now. I haven't heard from anyone that love before marriage is
permitted. But I know there's no relationship between male and
female except for what is very important and official between them.
So, may I know what kind of relationship you are having now and I
want to hear it from your mouth that it is legal in what you have
been learning until now."

"Not a single phrase, nor a word."

"My sweetheart, if you want to build a family, a faithful one, you
can never build it on what Allah has stated as wrong and proven
false by the way Rasulullah p.b.u.h has taught us. A happy and
blessed family come from Allah, and you don't even have anything to
defend it as blessed if the first step you make is by stepping into
what He has prohibited. You can't have a happy family if Allah
doesn't help you so, and you must know in every family that stands
until their dying day, they have Allah on their side. You can't
expect Him to help you if you did the wrong step from the very
beginning."

Saya tiada kata untuk membalas kerana semuanya benar. Saya tahu
kebenaran itu sudah lama dulu, tetapi saya tak mampu untuk melawan
kehendak nafsu saya sendiri. Saya akui, saya tertipu dengan apa yang
dipanggil fitrah, dan apa yang dipanggil sebagai keperluan manusia.
Cinta tak pernah membawa kita ke mana, andai cinta itu bukan dalam
lingkungan yang Allah redha. Tiada cinta yang Allah benarkan kecuali
selepas tali perkahwinan mengikatnya. Itulah apa yang telah saya
pelajari lama dahulu dan dari semua kitab Fiqh yang saya baca, tiada
satu pun yang menghalalkannya. Saya tahu kebenaran ini sudah lama
dahulu, tetapi saya tidak kuat untuk menegakkannya. Saya tidak mampu
untuk menundukkan kemahuan hati saya. Dan kata-kata ummi memberikan
saya kekuatan untuk bangkit kembali dari kesilapan saya selama ini.

Ummi berkata:

"It's not me who want you to make a decision like this, but Allah
tells you so."

Saya percaya, itulah yang terbaik buat saya dan dia. Dengan kekuatan
itulah saya terangkan kepadanya, dan alhamdulillah dia faham. Amat
faham. Walaupun air matanya seakan air sungai yang tidak berhenti
mengalir, tetapi dia tahu itulah yang terbaik buat kami. Dia meminta
maaf kepada ummi kerana menjalinkan hubungan yang tidak sah dengan
saya, tetapi ummi memberi isyarat, janganlah bimbang. Andai ada
jodoh kamu berdua, insya-Allah, Dia akan temukan kamu dalam keadaan
yang jauh lebih baik dari sekarang.

Hidup saya sekarang lebih tenang kerana tiada apa yang menggusarkan
hati saya lagi. Hidup saya lebih suci dan saya boleh bercakap
kembali tentang agama saya dengan lebih bebas tanpa dihantui oleh
perasaan berdosa. Bagi saya, dan dia, inilah saat untuk kami
muhasabah kembali diri kami dan kami betulkan kembali segala
kesilapan yang telah kami buat. Inilah saat untuk kami kejar kembali
cita-cita kami dan sediakan diri untuk menjadi seorang ibu dan ayah
yang berakhlak mulia dan berperibadi tinggi. Inilah masanya kami
insafi kembali keterlanjuran kami dahulu dan memohon moga-moga Allah
sudi maafkan kami.

Sesungguhnya Ya Allah, aku insan yang sangat lemah. Aku tidak mampu
melawan godaan syaitan yang tidak pernah jemu, juga hambatan nafsu
yang tidak pernah lesu. Ampunkanlah aku.

Walau bagaimanapun, perpisahan ini hanya untuk sementara. Saya telah
berjanji dengan diri saya sendiri, dialah yang akan jadi teman hidup
saya nanti. Sesungguhnya pencarian saya untuk seorang calon isteri
telah berakhir. Insan seperti dia hanya satu dalam seribu. Mana
mungkin saya melepaskan apa yang amat berharga yang pernah hadir
dalam hidup saya. Insya-Allah, sekiranya Allah s.w.t panjangkan
umur, sebaik sahaja saya tamatkan pengajian saya di sini, saya akan
kembali ke Malaysia dan melamarnya untuk menjadi permaisuri di hati
saya. Insya-Allah, saya akan setia menunggu saat itu, dan saya akan
berusaha sedaya-upaya saya untuk mengekalkan kesetiaan saya.

"Sekiranya kita telah bertemu dengan seorang insan yang amat mulia
sebagai teman dalam hidup kita, janganlah lepaskannya kerana kita
tidak tahu bilakah pula kita akan bertemu dengan insan yang
seumpamanya."

Siapakah lagi dalam dunia ini yang menjaga adab berjalan antara
lelaki dan perempuan sebagaimana yang ditunjukkan oleh Nabi Musa a.s
dan puteri Nabi Syuaib a.s beribu-ribu tahun dahulu?

Mafraq, Jordan.
_________________
keredhaan -MU ku pohonkan dlm meniti perjalanan hidupku..insyallah..


lelaki idaman saya...;-)




Lelaki idaman saya adalah seorang lelaki yang beriman
Yang hatinya disaluti rasa takqwa kepada Allah
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Islam
Yang sentiasa haus dengan ilmu
Yang sentiasa dahaga akan pahala
Yang solatnya adalah maruah dirinya
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar


Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu
Yang sentiasa bersama kumpulan orang-orang yang berjuang di jalan
Allah

Lelaki idaman saya adalah lelaki yang menjaga tuturkatanya
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya
Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatnya yang penyayang
Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat
jembalang

Lelaki idaman saya adalah lelaki yang menghormati ibunya
Yang sentiasa berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga
Yang akan mendidik isteri dan anak-anak mendalami Islam
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan
Kerana dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat

Lelaki idaman saya sentiasa bersedia untuk menjadi imam
Yang hidup dibawah naungan Al-Quran dan mencontohi sifat Rasulullah
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara
Yang menjaga matanya dari berbelanja
Yang sujud penuh kesyukuran dengan rahmat Allah keatasnya

Lelaki idaman saya tidak pernah membazirkan masa
Matanya kepenatan kerana penat membaca
Suaranya lesu kerana penat mengaji dan berzikir
Tidurnya lena dengan cahaya keimanan
Bangunnya subuh penuh kecergasan
Kerana sehari lagi usianya bertambah penuh kematangan

Lelaki idaman saya sentiasa mengingati mati
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibaja dan dijaga
Agar berputik tunas yang bakal menjadi baka yang baik
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian

Lelaki idaman saya adalah lelaki

Saturday, April 24, 2010

undang-undang islam

Apa yg dikatakan dgn undang2 islam?
undang2 islam terbahagi kepada tiga:-
1-hudud
2-qisas
3-takzir

Manusia sekali-kali tak kan dpt nak memerintah manusia dgn menggunakan undang yg diciptakan oleh manusia,sebaliknya undang2 yg boleh hanyalah dgn undang-undang ALLAH swt.Tapi ada pulak manusia yg tak sedar diri,yg merasa diri dia lg pandai daripada ALLAH swt yg secara terang2 menolak hukum ALLAH swt,kalau dah pandai sangat jangan duduk atas bumi ALLAH swt ni,buat bumi sendiri takda sapa nak marah nak guna undang2 apa pon boleh.adakah org yg macam yg kita nak angkat utk jdi pemimpin? fikirkan atas dasar apa kita nak pilih pemerintah...oleh itu pilih lah P.... ....


yang aku nak kongsi kat sini adalah pasal HUDUD.
#setakat yg aku tau hudud hukum yg wajib dilaksanakan sekiranya disabitkan dan tak boleh nak ditukar dgn hukuman yg lain selain drpda apa yg dah ditetapkan.contoh kesalahan dlm kategori hudud:
*minum arak
*mencuri
*berzina
sbg contoh 'kes yg belaku baru2 ni' pesalah dah mengaku minum arak dan telah pon disabitkan dgn kesalahan-hukumannya adalah '80 kali sebatan' bukan 6 kali,sapa la yg jahil sangat menetapkan 6 kali sebatan,bg org islam yg tak tau mereka akan menganggap bahawa 6 kali sebatan tu adalah hukum hudud sedangkan yg sepatutnya adalah lain 'masyarakat islam ditipu secara terang-terangan.jadi eloklah sultan bagi pengampunan sebab BUKAN hukum hudud pon yg dilaksanakan.
sambungan...

Wednesday, April 14, 2010

PAHLAWAN NERAKA

Suatu hari satu pertempuran telah berlaku di antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua-dua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua-dua pihak pulang ke markas masing-masing.
Di sana Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat telah berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlaku itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka iaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar membaham mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.

"Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman," kata salah seorang sahabat.
Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, "Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka."
Para sahabat menjadi hairan mendengar jawapan Rasulullah itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam boleh masuk dalam neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain apabila mendengar jawapan Rasulullah itu.
Rasulullah sedar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas baginda berkata, "Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya."

"Dia melakukan perbuatan itu adalah kerana dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan kerana berlawan dengan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihatkan keadaannya yang parah, ramai orang menyangka yang dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka."
Menurut Rasulullah S.A.W lagi, sebelum dia mati, Qotzman ada mengatakan, katanya, "Demi Allah aku berperang bukan kerana agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak kerana itu, aku tidak akan berperang."

Riwayat ini telah dirawikan oleh Luqman Hakim.

Sunday, February 21, 2010

BAGAIMANA ORANG MUKMIN DAN MUNAFIK MELIHAT DOSA

Bagi orang mukmin DOSA ibarat sebuah bukit yang berada di atas kepalanya,yang mana ia akan berasa bimbang kalau sekiranya bukit itu jatuh ke atas kepalanya.
Sebaliknya bagi orang munafik DOSA ibarat seekor lalat yang hinggap ke hidungnya,hanya sekadar dihalau pergi,tidak ada rasa bimbag dalam dirinya untuk bertemu dengan mati.
Bagaimana pula aku melihat akan Dosa yang telah aku lakukan dan Dosa yang akan datang.......ya Allah ampunilah dosaku dan dosa ibu bapaku,amin

Saturday, February 20, 2010

FIRST TRIAL-KISAH SI KECIL TAKUT NERAKA

FIRST TIMER.
Dalam sebuah riwayat menyatakan bahawa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, sedang dia berjalan-jalan dia terpandang seorang anak kecil sedang mengambil wudhu' sambil menangis.Apabila orang tua itu melihat anak kecil tadi menangis, dia pun berkata, "Wahai anak kecil kenapa kamu menangis?"Maka berkata anak kecil itu, "Wahai pakcik saya telah membaca ayat al-Qur'an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, "Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum" yang bermaksud, " Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu." Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka."
Berkata orang tua itu, "Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalm api neraka."Berkata anak kecil itu, "Wahai pakcik, pakcik adalah orang yang berakal, tidakkah pakcik lihat kalau orang menyalakan api maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa."
Berkata orang tua itu, sambil menangis, "Sesungguh anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa maka bagaimanakah keadaan kami nanti?"